Layanan telematika
Layanan telematika
1. Layanan Telematika dibidang Keamanan
Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau
dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak
seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan
kejahatan. Seperti contohnya dengan menggunakan Firewall dan juga anti
virus yang ada.
2. Layanan Context Aware dan Event-Based
Dalam ilmu komputer dinyatakan bahwa perangkat
komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan
sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang
tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh
Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.
Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui
berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna
(user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai
dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks
yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai
preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.
Sebagai contoh, ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka
context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan
bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan
telepon yang tidak penting. Dan untuk saat
ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan
bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang
penelitian ilmu komputer.
3. Layanan Perbaikan Sumber
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah
layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah
orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi,
media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan
pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan
masyarakat pada umumnya.
TEKNOLOGI WIRELESS
Wireless atau wireless network
merupakan sekumpulan perangkat elektronik yang saling terhubung antara
satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah jaringan komunikasi data
dengan menggunakan media udara/gelombang sebagai jalur lintas datanya.
Jika LAN masih menggunakan kabel sebagai media lintas data, sedangkan
wireless menggunakan media gelombang radio/udara. Penerapan dari
aplikasi wireless network ini antara lain adalah jaringan nirkabel
diperusahaan, atau mobile communication seperti handphone, dan HT.
Adapun Macam-macam type dari teknologi wireless antara lain:
1. Wireless Personal Area Network (WPAN)
Mewakili teknologi personal area network wireless seperti Radio Frequensi (RF, Infra Red (IR), serta Bluetooth.
2. Wireless Wide Area Network (WWAN)
WWAN meliputi teknologi dengan
daerah jangkauan luas seperti selular 2G, 3G, 4G, Cellular Digital
Packet Data (CDPD), Global System for Mobile Communications (GSM), dan
CDMA. Kemunculan Teknologi Wireless ini dimulai dari peralatan handheld
yang mempunyai kegunaan yang terbatas karena ukurannya dan kebutuhan
daya. Tapi, teknologi berkembang, dan peralatan handheld menjadi lebih
kaya akan fitur dan mudah dibawa. Telepon mobil (Handphone), telah
meningkat kegunaannya yang sekarang memungkinkannya berfungsi sebagai
PDA selain telepon. Smart phone adalah gabungan teknologi telepon
mobil dan PDA yang menyediakan layanan suara normal dan email,
penulisan pesan teks, paging, akses web dan pengenalan suara. Generasi
berikutnya dari telepon mobil, menggabungkan kemampuan PDA, IR, Internet
wireless, email dan global positioning system (GPS).
3. Wireless Local Area Network (WLAN)
WLAN, mewakili local area network wireless, termasuk diantaranya adalah 802.11, HiperLAN, dan beberapa lainnya.
Pengenalan Mengenai IEEE 802.11
IEEE 802.11 adalah standar yang diberikan IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) untuk penggunaan jaringan wireless (Wireless Local Area Networks – WLAN). Terdapat empat varian terhadap standard atau protocol tersebut yaitu:
1. 802.11a
Standar 802.11a digunakan untuk
mendefiniskan jaringan wireless yang menggunakan frekuensi 5 GHz.
Kecepatan jaringan ini lebih cepat dari standar standar 802.11b pada
kecepatan transfer sampai 54 Mbps.
Untuk menggunakan standar 802.11a, perangkat-perangkat komputer (devices)
hanya memerlukan dukungan kecepatan komunikasi 6 Mbps, 12 Mbps, dan 24
Mbps. Standar 802.11a juga mengoperasikan channel/ saluran 4 (empat)
kali lebih banyak dari yang dapat dilakukan oleh standar 802.11 dan
802.11b. Walaupun standar 802.11a memiliki kesamaan dengan standar
802.11b pada lapisan Media Access Control (MAC), ternyata tetap tidak
kompatibel dengan standar 802.11 atau 802.11b karena pada standar
802.11a menggunakan frekuensi radio 5 GHz sementara pada standar 802.11b
menggunakan frekuensi 2,4 GHz.
2. Standar 802.11b
Standar 802.11b merupakan standar yang
paling banyak digunakan di kelas standar 802.11. Standar ini merupakan
pengembangan dari standar 802.11 untuk lapisan fisik dengan kecepatan
tinggi. 802.11b digunakan untuk mendefinisikan jaringan wireless direct-sequence spread spectrum (DSSS) yang menggunakan gelombang frekuensi indusrial, scientific, medicine (ISM)
2,4 GHz dan berkomunikasi pada kecepatan hingga 11 Mbps. Ini lebih
cepat daripada kecepatan 1 Mbps atau 2 Mbps yang ditawarkan oleh standar
802.11a. Standar 802.11b juga kompatibel dengan semua perangkat DSSS
yang beroperasi pada standar 802.11.
3. Standar 802.11g
Standar 802.11g pada dasarnya mirip
dengan standar 802.11a yaitu menyediakan jalur komunikasi kecepatan
tinggi hingga 54 Mbps. Namun, frekuensi yang digunakan pada standar ini
sama dengan frekuensi yang digunakan standar 802.11b yaitu frekuensi
gelombang 2,4 GHz dan juga dapat kompatibel dengan standar 802.11b. Hal
ini tidak dimiliki oleh standar 802.11a. Seperti standar 802.11.a,
perangkat-perangkat pada standar 802.11g menggunakan modulasi OFDM untuk
memperoleh kecepatan transfer data berkecepatan tinggi. Tidak seperti
perangkat-perangkat pada standar 802.11a, perangkat-perangkat pada
standar 802.11g dapat secara otomatis berganti ke quadrature phase shift keying (QPSK) untuk berkomunikasi dengan perangkat-perangkat pada jaringan wireless yang menggunakan standar 802.11b.
4. Standart 802.11n
IEEE 802.11n didasarkan pada standar
802,11 sebelumnya dengan menambahkan multiple-input multiple-output
(MIMO) dan 40 MHz ke lapisan saluran fisik (PHY), dan frame agregasi ke
MAC layer. MIMO adalah teknologi yang menggunakan beberapa antena untuk
menyelesaikan informasi lebih lanjut secara koheren dari pada
menggunakan satu antena. Dua manfaat penting MIMO adalah menyediakan
keragaman antenna dan spasial multiplexing untuk 802.11n.
Kesimpulan yang didapat mengenai IEEE 802.11: Penggunaan
teknologi jaringan berbasis wireless merupakan pilihan yang tepat saat
ini. Hal ini disebabkan mulai bergesernya perilaku perusahaan dalam
menjalankan bisnis mereka. Dengan portabilitas dan kompatibiltas yang di
tawarkan oleh teknologi wireless tentunya merupakan pilihan yang sangat
menarik. Namun di balik itu harus di pertimbangkan juga teknologi
wireless apa yang tepat untuk di terapkan di perusahaan sehingga dapat
benar-benar membantu bisnis perusahaan tersebut. Hal ini dapat di lihat
dari perbedaan dari masing-masing standar wireless yang tersedia saat
ini (802.11, 802.11a, 802.11b, 802.11g). Dilihat dari sisi keamanan,
tentunya 802.11b sedikit lebih baik karena dapat menerapkan metode
enkripsi dengan menggunakan protokol WEP di dalam jaringan tersebut.
Kalau dilihat dari sisi tidak adanya gangguan/ noise tentunya teknologi
802.11a lebih unggul karena standar ini hanya menggunakan frekuensi 5
GHz dimana frekuensi ini tidak banyak digunakan oleh perangkat-perangkat
berbasis wirelees lainnya. Sehingga untuk mengatasi masalah-masalah
tersebut diatas , maka standar 802.11g muncul untuk menjembatani
kelemahan pada standar 802.11a dan 802.11b.
MIDDLEWARE TELEMATIKA
Middleware adalah software penghubung yang
berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat
berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu
jaringan. Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi
mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan
komunikasi antar platform yang berbeda. Dalam dunia teknologi informasi,
terminologi middleware merupakan istilah umum dalam pemrograman
komputer yang digunakan untuk menyatukan, sebagai penghubung, ataupun
untuk meningkatkan fungsi dari dua buah program/aplikasi yang telah ada.
Perangkat lunak middleware merupakan perangkat lunak yang terletak
diantara program aplikasi dan pelayanan-pelayanan yang ada di sistem
operasi.
FUNGSI MIDDLEWARE
Fungsi-fungsi dari middleware adalah sebagai berikut :
- Menyediakan lingkungan pemrograman aplilasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi .
- Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistem operasi.
- Mengisi kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal: networking, security, database, user interface, dan system administration.
Perkembangan Middleware
Perkembangan middleware dari waktu ke waktu dapat dikatagorikan sebagai berikut:
1. On Line Transaction Processing (OLTP)
Merupakan perkembangan awal dari
koneksi antar remote database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh
seorang engineer di Ford, kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal
sebagai proses OLTP. DIGITAL ACMS merupakan contoh lainnya yang sukses
pada tahun 70-an dan 80-an.
2. Remote Procedure Call (RPC)
Menyediakan fasilitas jaringan secara
transparan. Open Network Computing (ONC) merupakan prototipe pertama
yang diperkenalkan awal tahun 70-an. Sun unggul dalam hal ini dengan
mengeluarkan suatu standar untuk koneksi ke internet. Distributed
Computing Environment (DCE) yang dikeluarkan oleh Open Systems
Foundation (OSF) menyediakan fungsi-fungsi ONC yang cukup kompleks dan
tidak mudah untuk sistem administrasinya.
TIPE-TIPE LAYANAN MIDDLEWARE
1. Layanan Sistem Terdistribusi
Komunikasinya bersifat kritis,
program-to-program dan biasanya merupakan layanan manajemen data
seperti: RPC, MOM (Message Oriented Middleware) dan ORB.
2. Layanan Application
Aksesnya ke layanan terdistribusi dan
jaringan, seperti : TP (transaction processing) monitor dan layanan
database, seperti Structured Query Language (SQL).
3. Layanan Manajemen Middleware
Memungkinkan aplikasi dan fungsi
dimonitor secara terus menerus untuk menyakinkan unjuk kerja yang
optimal pada lingkungan komputasi terdistribusi
CONTOH MIDDLEWARE
Berikut ini merupakan contoh-contoh
perangkat lunak dari middleware antara lain: Java’s: Remote Procedure
Call, Object Management Group’s, Common Object Request Broker
Architecture (CORBA), Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model)
Also .NET Remoting, ActiveX controls (in-process COM components).
Sumber Referensi:
- M.Rudyanto Arief. TEKNOLOGI JARINGAN TANPA KABEL (WIRELESS). Seminar Nasional Teknologi 2007. Yogyakarta, 24 November 2007.
- http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/layanan-telematika-9/
- Agustyas Dwi, Mohammad Zaenuri, Nofeldy Pratomo, Triandono Sutanto . Middleware Telematika. Universitas Gunadarma. 2012.
- http://uzi-online.blogspot.com/2012/11/layanan-telematika-teknologi-wireless.html
Posting Komentar